Label

Minggu, 07 April 2013

arahku kemana?


Aku melihat begitu lurus jalan yang ada dihadapanku, lurus dan sepi. Aku berharap ada seseorang menemukanku di jalan ini. ya akhirnya aku melihat seseorang melewati aku, dia melewati aku yang berdiri terpaku menanti seseorang menemukanku. Bukan dia yang menemukanku tapi aku yang menemukannya. Aku mengikuti langkahya, berharap dia bisa melihat bayangku mengikutinya. Aku benar-benar bahagia menemukanya, sangat bahagia. Aku melihat dia tesenyum dan tertawa di sepanjang perjalanan yang sangat jauh itu. Dia menemukan semua hal yang membuat dia bahagia. Aku berfikir kenapa aku tak bisa seperti dia? Tapi satu hal yang aku rasakan saat itu aku jatuh cinta dengan seseorang yang berada di depanku itu. Aku jatuh cinta dan sangat bahagia.

Aku terus berdo’a semoga dia melihatku mengikutinya. Entah do’aku yang tuhan kabulkan atau hanya kebetulan. Dia membalikan badanya dan melihatku, aku terdiam dan bisa berkata apa-apa. Aku seperti orang bodoh yang tidak tau apakah aku manusia seperti dia, apa aku dan dia sama?. Dia tersenyum padaku dan dia melangkah ke arahku. Apa yang harus aku lakukan? Aku bingung dan tidak bisa lari  dari tempatku berdiri. Dia menggandeng tanganku dan mengajakku berjalan bersama dalam perjalan itu. Dia benar-benar sangat sempurna. Bukan, bukan dia yang sempurna tapi aku merasa sangat sempurna berada disampingnya. Dia membuat aku buta dan tuli hanya dia yang aku lihat hanya suaranya yang aku dengar.
Sampai pada sebuah persimpangan jalan dia berhenti. Dia berkata padaku jalan mana yang akan aku pilih. Apa yang harus aku katakan? Jalan mana yang akan aku pilih? Dia melepas genggaman tanganya dan berlari. Aku tarpaku melihatnya semakin jauh. Sampai akhirnya aku tersadar aku harus mengejarnya. Ya aku benar-benar mengejarnya tapi aku kehilangan jejaknya, aku tersesat. Aku menagis dan tak tau harus kemana lagi aku melangkah agar aku bisa bertemu dengannya. Aku terdiam dan menagis, aku memanggil namanya tapi tak pernah ada jawaban. Dia kemana?
Sampai akhirnya aku sadar, banyak orang yang menemukaanku tapi bukan dia. Dan aku tetap menjadi buta dan tuli seperti saat bertemu dengannya. Aku tak bisa melihat dan mendengar orang lain walaupun aku merasakan keberadaan mereka. Aku trus berjalan seorang diri dan terus mencarinya berharap pada suatu hari nanti aku dan dia bisa bertemu pada sebuah persimpangan jalan dan berlari bersama. Aku ingin berlari bersamanya, dan aku selaru merasa dia menuntunku kejalan dimana dia berada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar