Aku melihat begitu lurus jalan yang ada dihadapanku, lurus
dan sepi. Aku berharap ada seseorang menemukanku di jalan ini. ya akhirnya aku
melihat seseorang melewati aku, dia melewati aku yang berdiri terpaku menanti
seseorang menemukanku. Bukan dia yang menemukanku tapi aku yang menemukannya.
Aku mengikuti langkahya, berharap dia bisa melihat bayangku mengikutinya. Aku
benar-benar bahagia menemukanya, sangat bahagia. Aku melihat dia tesenyum dan
tertawa di sepanjang perjalanan yang sangat jauh itu. Dia menemukan semua hal
yang membuat dia bahagia. Aku berfikir kenapa aku tak bisa seperti dia? Tapi
satu hal yang aku rasakan saat itu aku jatuh cinta dengan seseorang yang berada
di depanku itu. Aku jatuh cinta dan sangat bahagia.
Aku terus berdo’a semoga dia melihatku mengikutinya. Entah
do’aku yang tuhan kabulkan atau hanya kebetulan. Dia membalikan badanya dan
melihatku, aku terdiam dan bisa berkata apa-apa. Aku seperti orang bodoh yang
tidak tau apakah aku manusia seperti dia, apa aku dan dia sama?. Dia tersenyum
padaku dan dia melangkah ke arahku. Apa yang harus aku lakukan? Aku bingung dan
tidak bisa lari dari tempatku berdiri.
Dia menggandeng tanganku dan mengajakku berjalan bersama dalam perjalan itu.
Dia benar-benar sangat sempurna. Bukan, bukan dia yang sempurna tapi aku merasa
sangat sempurna berada disampingnya. Dia membuat aku buta dan tuli hanya dia
yang aku lihat hanya suaranya yang aku dengar.
Sampai pada sebuah persimpangan jalan dia berhenti. Dia
berkata padaku jalan mana yang akan aku pilih. Apa yang harus aku katakan?
Jalan mana yang akan aku pilih? Dia melepas genggaman tanganya dan berlari. Aku
tarpaku melihatnya semakin jauh. Sampai akhirnya aku tersadar aku harus
mengejarnya. Ya aku benar-benar mengejarnya tapi aku kehilangan jejaknya, aku
tersesat. Aku menagis dan tak tau harus kemana lagi aku melangkah agar aku bisa
bertemu dengannya. Aku terdiam dan menagis, aku memanggil namanya tapi tak
pernah ada jawaban. Dia kemana?
Sampai akhirnya aku sadar, banyak orang yang menemukaanku
tapi bukan dia. Dan aku tetap menjadi buta dan tuli seperti saat bertemu
dengannya. Aku tak bisa melihat dan mendengar orang lain walaupun aku merasakan
keberadaan mereka. Aku trus berjalan seorang diri dan terus mencarinya berharap
pada suatu hari nanti aku dan dia bisa bertemu pada sebuah persimpangan jalan
dan berlari bersama. Aku ingin berlari bersamanya, dan aku selaru merasa dia
menuntunku kejalan dimana dia berada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar