Label

Kamis, 16 Mei 2013

Konteks galaksi



Lokasi Tata Surya di dalam galaksi Bima Sakti
Lukisan artis dari Gelembung Lokal
Tata Surya terletak di galaksi Bima Sakti, sebuah galaksi spiral yang berdiameter sekitar 100.000 tahun cahaya dan memiliki sekitar 200 milyar bintang.[66] Matahari berlokasi di salah satu lengan spiral galaksi yang disebut Lengan Orion.[67] Letak Matahari berjarak antara 25.000 dan 28.000 tahun cahaya dari pusat galaksi, dengan kecepatan orbit mengelilingi pusat galaksi sekitar 2.200 kilometer per detik.
Setiap revolusinya berjangka 225-250 juta tahun. Waktu revolusi ini dikenal sebagai tahun galaksi Tata Surya.[68] Apex Matahari, arah jalur Matahari di ruang semesta, dekat letaknya dengan rasi bintang Herkules terarah pada posisi akhir bintang Vega.

SABUK ASTEROID

Sabuk asteroid utama dan asteroid Troya
Asteroid secara umum adalah objek Tata Surya yang terdiri dari batuan dan mineral logam beku.
Sabuk asteroid utama terletak di antara orbit Mars dan Yupiter, berjarak antara 2,3 dan 3,3 SA dari matahari, diduga
Gradasi ukuran asteroid adalah ratusan kilometer sampai mikroskopis. Semua asteroid, kecuali Ceres yang terbesar, diklasifikasikan sebagai benda kecil Tata Surya. Beberapa asteroid seperti Vesta dan Hygiea
Sabuk asteroid terdiri dari beribu-ribu, mungkin jutaan objek yang berdiameter satu kilometer. Meskipun demikian, massa total dari sabuk utama ini tidaklah lebih dari seperseribu massa bumi. Sabuk utama tidaklah rapat, kapal ruang angkasa secara rutin menerobos daerah ini tanpa mengalami kecelakaan. Asteroid yang berdiameter antara 10 dan 10−4 m disebut meteorid.

ASAL USUL TATA SURYA

Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikas, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.
Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar.
Berdasarkan jaraknya dari Matahari, kedelapan planet Tata Surya ialah Merkurius (57,9 juta km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Yupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km). Sejak pertengahan 2008, ada lima objek angkasa yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Orbit planet-planet kerdil, kecuali Ceres, berada lebih jauh dari Neptunus. Kelima planet kerdil tersebut ialah Ceres (415 juta km. di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kelima), Pluto (5.906 juta km.; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kesembilan), Haumea (6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), dan Eris (10.100 juta km).

Bentang alam akibat proses sedimentasi (Pengendapan)

Bentang alam akibat proses sedimentasi (Pengendapan) - Proses pelapukan dan erosi menghasilkan materi yang bisa terangkut oleh aliran air maupun kekuatan angin. Material tersebut dapat berupa pasir, lumpur, maupun tanah. Nah, materi yang terangkut tersebut akan mengendap di suatu tempat sesuai dengan karakteristik media pengangkutnya. Apabila aliran air deras, ataupun kekuatan angin sangat kencang, maka materi akan terendapkan di tempat yang jauh dari tempat asal terjadinya erosi maupun pelapukan. Pengendapan berlangsung secara bertahap sehingga membentuk sedimen yang berlapis-lapis. Proses seperti inilah yang turut membentuk muka Bumi. Tahukah kamu bentang alam apa yang terbentuk dari proses sedimentasi?
1) Delta
Delta terbentuk di muara sungai, yaitu tempat pertemuan sungai dengan laut. Pada saat aliran sungai mendekati laut, arusnya melemah karena adanya pengaruh gelombang laut, sehingga material yang dibawa aliran sungai mengendap di lokasi ini dan membentuk delta. Nah, bagaimana delta terbentuk dapat kamu cermati pada gambar berikut.

Selasa, 09 April 2013

Ya Allah dengar aku


Terima kasih ya Allah masih memberi aku nafas dan hidup…..tapi, apa lagi yang aku lakukan untuk hidupku????
Engkau sudah memberi segalanya Ya Allah, semua yang keluargaku inginkan….untuk apa lagi aku hidup?????
Sudah tak ada lagi yang aku harapkan bukan? Semuanya sudah Engkau kabulkan  Apa lagi yang aku harapkan??? Cinta? Kasih sayang? Pendamping hidup?

dari pertama ketemu sampai berpisah


Sabtu, 17 november 2012 Pukul 23:13
Malam ini aku berniat untuk melanjutkan hidupku demi masa depanku yang mungkin akan cerah, aku mencoba mengingat semua kenangan dengannya
Andaikan aku punya mesin waktu atau ada orang yang memilikinya dan aku boleh memakainya ku ingin kembali ke masa itu dimana aku dan dia tak ada masalah dan dia belum meninggalkanku

Minggu, 07 April 2013

arahku kemana?


Aku melihat begitu lurus jalan yang ada dihadapanku, lurus dan sepi. Aku berharap ada seseorang menemukanku di jalan ini. ya akhirnya aku melihat seseorang melewati aku, dia melewati aku yang berdiri terpaku menanti seseorang menemukanku. Bukan dia yang menemukanku tapi aku yang menemukannya. Aku mengikuti langkahya, berharap dia bisa melihat bayangku mengikutinya. Aku benar-benar bahagia menemukanya, sangat bahagia. Aku melihat dia tesenyum dan tertawa di sepanjang perjalanan yang sangat jauh itu. Dia menemukan semua hal yang membuat dia bahagia. Aku berfikir kenapa aku tak bisa seperti dia? Tapi satu hal yang aku rasakan saat itu aku jatuh cinta dengan seseorang yang berada di depanku itu. Aku jatuh cinta dan sangat bahagia.

Selasa, 05 Februari 2013

PELAPUKAN KIMIA



Pelapukan kimia sering pula disebut dengan pelapukan khemis. Sebagaimana pelapukan fisis dan pelapukan biologi, pelapukan kimia merupakan bagian dari tenaga eksogen yang bersifat merusak (destruktif). Menurut Samadi (2007:87), "pelapukan kimia merupakan proses penghancuran batuan disertai dengan perubahan struktur kimianya". Perubahan struktur kimia yang dimaksud adalah perubahan struktur kimia penyusun batuan yang mengalami pelapukan tersebut. Ahmad Yani dan Mamat Ruhimat (2008:92) mengemukakan bahwa dalam prosesnya, air merupakan faktor utama sebagai zat pelarut. Air yang dimaksud adalah air hujan. Pelapukan kimia ini umumnya terjadi di daerah yang berbatuan induk kapur (daerah yang bertopografi karst). Sebenarnya batuan kapur merupakan batuan yang tidak tembus air (permeabel), tetapi karena batuan ini banyak dijumpai adanya celah retakan (diaklas) sehingga air hujan yang banyak mengandung CO2 meresap ke dalamnya hingga menimbulkan pelarutan.

Jumat, 18 Januari 2013

Angin


Angin bergerak dari tempat bertekanan udara tinggi ke bertekanan udara rendah.Apabila dipanaskan, udara memuai. Udara yang telah memuai menjadi lebih ringan sehingga naik. Apabila hal ini terjadi, tekanan udara turun kerena udaranya berkurang. Udara dingin di sekitarnya mengalir ke tempat yang bertekanan rendah tadi. Udara menyusut menjadi lebih berat dan turun ke tanah. Di atas tanah udara menjadi panas lagi dan naik kembali. Aliran naiknya udara panas dan turunnya udara dingin ini dinamanakan konveksi.

Alat untuk mengukur kecepatan angin = Anemometer

Hujan

Hujan adalah peristiwa turunnya air dari langit ke bumi. Awalnya air hujan berasal dari air dari bumi seperti air laut, air sungai, air danau, air waduk, air rumpon, air sawah, air comberan, air susu, air jamban, air kolam, air ludah, dan lain sebagainya. Selain air yang berbentuk fisik, air yang menguap ke udara juga bisa berasal dari tubuh manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, serta benda-benda lain yang mengandung air.

Air-air tersebut umumnya mengalami proses penguapan atau evaporasi akibat adanya bantuan panas matahari. Air yang menguap / menjadi uap melayang ke udara dan akhirnya terus bergerak menuju langit yang tinggi bersama uap-uap air yang lain. Di langit yang tinggi uap tersebut mengalami proses pemadatan atau kondensasi sehingga membentuk awan. Dengan bantuan angin awan-awan tersebut dapat bergerak kesana-kemari baik vertikal, horizontal dan diagonal.

Gunung Api


Gunung berapi atau gunung api secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus.

Lebih lanjut, istilah gunung api ini juga dipakai untuk menamai fenomena pembentukan ice volcanoes atau gunung api es dan mud volcanoes atau gunung api lumpur. Gunung api es biasa terjadi di daerah yang mempunyai musim dingin bersalju, sedangkan gunung api lumpur dapat kita lihat di daerah Kuwu, Grobogan, Jawa Tengah yang populer sebagai Bledug Kuwu.

Sistem Kristal


Dasar pengelompokan atau penggolongan kristal tersebut adalah:
Jumlah sumbu Kristal
Letak sumbu yang satu dengan yang lain
Parameter yang digunakan untuk masing-masing sumbukristal

7 Sistem Kristal :
1. Sistem Isometrik
Sistem ini disebut juga sisem regular, bahkan dikenal sebagai kubus atau kubik. Jumlah sumbukristalnya 3 dan saling tegak lurus satu dengan yang lainya. Masing-masing sumbu sama panjangnya.

System ini memiliki tiga kelas, dmana unsur simetrinya berbeda :
a. Kelas spinel atau holohedral, contoh : magnetit,intan, spinel, dll.
b.Kelas pirit, contoh : pirit.
c.Kelas tetrahidrit, contoh : zinc blende


Hipotesis Kondensasi


Hipotesis kondensasi dikemukakan oleh seorang astronom Belanda yang bernama Gerald Peter Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950.di dalam Hipotesis kondensasi,Kuiper menjelaskan bahwa tata Surya itu mulanya terbentuk dari bola kabut raksasa yang terus berputar dalam jangka waktu yang sangat lama sampai akhirnya membentuk cakram raksasa.

Batuan


BATUAN  


UMUM -> Kumpulan satu / lebih mineral sebagai pembentuk muka bumi

GEOLOGI TEKNIK -> Massa dari kerak bumi yang kompak, agak keras dan keras



SIKLUS BATUAN


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7Q7aXait4rNBLjDNRDjyydUl89XTpNjJzumv731xC53Xgpmy9Kl6AV23EYnKUXD0ZAO5k-ORHuNqoCaGCicKSUM499oC5X86rj4vQfZ8KRy45lXpo8Tj73JlTTB1ttrruFhgUGIpIOgc/s1600/siklus-batuan1.jpg

Efek Dopler

Fenomena: ketika kita mendekati sumber bunyi maka frekuensi yang terdengar akan lebih keras. Sebaliknya jika kita menjauhi sumber bunyi maka frekuensi yang didengar akan lebih kecil. Peristiwa ini pertama kali dipikirkan oleh fisikawan Austria bernama Christian Johan Doppler (1803 – 1855). Dengan demikian peristiwa seperti ini dikenal dengan efek Dopller.
Secara umum, efek doppler dialami ketika ada gerak relatif antar sumber bunyi dan pengamat. Jika cepat rambat bunyi diudara saat itu adalah v, kecepatan pengamat vp dan kecepatan sumber bunyi vs dan frekuensi yang dipancarkan sumber adalah fs, maka secara perhitungan frekuensi yang didengar oelh pengamat adalah:
fp = frekuensi pendengar
fs = frekuensi sumber
v   = kecepatan bunyi di udara
vp = kecepatan pendengar
vs = kecepatan sumber
Perjanjian Tanda:

Contoh Mineral


1. Emas, Au

Tempat ditemukan : Sulida, Sumatra Barat
Sistem Kristal : Isometrik
Warna : Kuning – Emas
Goresan : Kuning
Kilap : Metalik
Belahan dan pecahan : Tak – ada ; hakli ( pecahan bergerigi dengan
ujung yang tajam ).
Kekerasan : 2,5 – 3
Berat jenis : 19,3
Genesis : kebanyakan emas terdapat dalam urat-urat kuarsa yang terbentuk melalui proses hidrotermal; dan sering bersama-sama pirit dan mineral-mineral sulfida yang lain, telurid perak-emas, skhelit dan turmalin. Bila urat-urat mengandung emas melapuk, maka emas-emas akan terpisah dan kemudian mengendap sebagai deposit eluvial, atau terangkut oleh aliran air dan mengendap di suatu tempat sebagai deposit letakan (placer deposit), bersama pasir, dan atau kerikil-kerakal.
Manfaat : sumber logam emas; dipakai untuk membuat perhiasan, instrumen-instrumen saintifik, lempengan elektrode, pelapis gigi dan emas lantakan.

SOAL OSK 2012

sumber : http://geo-smamta.blogspot.com/p/soal-soal-osn-kebumian.html

1. Adanya suatu pemusatan massa yang sangat besar sehingga menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar dan menjadi wilayah di angkasa di mana semua tidak dapat kembali merupakan bunyi...
a. Teori Big Bang
b. Hukum Kepler
c. Hukum Efek Doppler
d. Teori Black Hole
e. Hipoteses Kondensasi

2. Istilah dalam astronomi dimana planet bumi sebagai pusat tata surya adalah ..…
a. Earthcentric
b. Geocentric
c. Mooncentric
d. Suncentric
e. Heliocentric

3. Hukum yang menyatakan bahwa lintasan planet mengelilingi matahari berbentuk elips adalah
a. Hukum Kepler I
b. Hukum Kepler II
c. Hukum Kepler III
d. Hukum Copernicus I
e. Hukum Copernicus II